🌧️ Banjir memutus akses distribusi Medan ↔ Aceh
-
Di beberapa titik di Aceh, banjir menyebabkan akses jalan nasional ke Medan terputus. Misalnya di wilayah Aceh Tamiang — sejak Rabu malam, kendaraan dari dan ke Medan maupun Aceh tidak bisa melintas. (Antara Aceh)
-
Baru-baru ini (November 2025), dilaporkan untuk wilayah Panton Labu (Aceh Utara), “pasokan sayur mayur … lumpuh total” karena jalan utama dari arah Medan dan Banda Aceh tergenang. (pasesatu.com)
-
Akibat jalan tertutup, mobil pengangkut barang konsumsi enggan melintas — distribusi harian yang biasanya membawa sayur, buah, dan kebutuhan pokok asal Medan, mendadak terhenti. (pasesatu.com)
“Mobil barang yang membawa pasokan dari Medan tiba setiap pagi … namun hari ini, tidak satu pun kendaraan distribusi bisa masuk ke wilayah tersebut.” — pedagang di Panton Labu (pasesatu.com)
📉 Dampak: Krisis stok & kelangkaan bahan makanan
-
Di pasar-pasar seperti di Panton Labu, pedagang melaporkan bahwa stok sayur mayur (toge, cabai, tomat, kol, sayuran dapur, dll.) “sudah habis” pada hari banjir dan tidak ada pasokan baru. (pasesatu.com)
-
Akibat minimnya pasokan dari Medan, warga kesulitan mendapatkan bahan makanan segar — terutama bahan pokok harian — sehingga banyak pasar terpaksa tutup lebih awal atau menjual dengan stok sangat terbatas. (pasesatu.com)
📈 Dampak ke Harga: Kenaikan Bahan Pokok & Bumbu
-
Karena terganggunya distribusi, beberapa pedagang mencatat kenaikan harga bahan pokok yang biasa diimpor dari Medan. Di Banda Aceh misalnya, harga cabai merah naik dari sekitar Rp 25.000/kg menjadi Rp 35.000/kg; tomat dari Rp 10.000/kg naik ke Rp 15.000/kg; cabai hijau dari Rp 15.000/kg menjadi Rp 20.000/kg. (CATAT.CO)
-
Bawang merah — juga dikirim dari Medan — ikut terdampak: pedagang menyebut harga naik dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 15.000/kg. (CATAT.CO)
-
Di beberapa daerah, stok bisa “kosong selama seminggu lebih” ketika distribusi tidak bisa berjalan. (CATAT.CO)
-
Intinya: kelangkaan + biaya distribusi tinggi = lonjakan harga, terutama untuk bahan pokok yang bergantung pasokan luar Aceh. (CATAT.CO)
🏚️ Kenapa Aceh sangat tergantung pada Medan?
-
Sebelumnya sudah dicatat bahwa banyak bahan pangan utama di Aceh — seperti telur, gula, dan bahan pokok lain — masih bergantung besar pada pasokan dari Medan. Alasan utama: produktivitas bahan pangan dalam Aceh belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan lokal. (dialeksis.com)
-
Karena ketergantungan ini, gangguan transportasi antar-provinsi seperti banjir sangat mudah berdampak besar terhadap ketersediaan dan harga pangan di Aceh. (CATAT.CO)
⚠️ Implikasi Banjir terhadap Ketahanan Pangan & Kehidupan Warga
-
Warga menjadi rentan terhadap krisis pangan: bahan makanan segar makin sulit didapat; harga naik tajam.
-
Pedagang kecil dan pasar tradisional paling terdampak — mereka kesulitan mendapat pasokan, sehingga usaha harian bisa terganggu, bahkan tutup sementara.
-
Bencana alam (banjir) bukan hanya soal rumah dan infrastruktur — tetapi juga menyentuh aspek dasar seperti akses makanan.
-
Situasi ini menunjukkan kerentanan distribusi pangan di Aceh: ketika satu jalur utama dari Medan terputus, efeknya terasa luas hingga kebutuhan pokok masyarakat.
