Kenaikan harga & kelangkaan sembako di Aceh sekarang
-
Harga Cabai Merah di Banda Aceh melonjak drastis — semula di kisaran Rp 50.000–60.000 per kg, sekarang mencapai Rp 250.000–Rp 300.000 per kg. (Mistar)
-
Stok bahan pokok seperti telur ayam — barang pokok pangan sehari-hari — dilaporkan menipis. (Kabar Aktual)
-
Pedagang dan distributor menyebut pasokan sembako dari daerah lain — yang biasa ke Aceh — tersendat karena infrastruktur terputus akibat banjir & longsor. (Informasi.com)
-
Di beberapa pasar, selain cabai dan telur, kebutuhan pokok lain seperti sayur, ikan, bahkan elpiji 3 kg dilaporkan sulit ditemukan atau mulai langka. (Mistar)
Komoditas paling terdampak vs yang relatif stabil
Paling terdampak
-
Cabai — tercepat dan terbesar lonjakannya, sampai 5–6× lipat. (CNN Indonesia)
-
Telur & komoditas segar (sayur, ikan, dll.) — stok menipis / sulit ditemukan. (RRI)
Komoditas sementara relatif stabil
Menurut catatan pejabat di provinsi, beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan tepung — untuk saat ini — belum menunjukkan lonjakan harga signifikan. (Informasi.com)
Faktor penyebab kenaikan & kekurangan pasokan
Penyebab utama situasi ini:
-
Banjir dan longsor memutus jalur transportasi — sehingga distribusi dari daerah penghasil (baik di dalam Aceh maupun luar) tertunda atau gagal. (CNN Indonesia)
-
Banyak pasar & titik distribusi terdampak genangan air — membuat mobilisasi barang sulit. (RRI)
-
Permintaan tetap tinggi sementara pasokan menipis — mendorong pedagang menaikkan harga.
Implikasi bagi masyarakat hari ini
-
Warga bisa kesulitan mendapat komoditas segar dan bumbu dapur (seperti cabai, telur, ikan) — harus menghadapi harga jauh lebih tinggi atau ketersediaan terbatas.
-
Masyarakat terutama dengan ekonomi terbatas paling rentan: anggaran belanja rumah tangga meningkat signifikan.
-
Potensi “panic buying” atau penimbunan barang, terutama bahan pokok yang langka — membuat distribusi semakin timpang.
