Ikan lele (Clarias spp.) kini menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar paling digemari di Asia, khususnya Indonesia. Rasanya gurih, mudah dibudidayakan, dan harga jualnya stabil. Namun, bagaimana sebenarnya awal mula ikan lele menjadi ikan konsumsi? Berikut pengembangannya dari masa ke masa.
1. Asal Usul Lele Sebagai Ikan Liar
Sebelum dikenal sebagai ikan konsumsi, lele adalah ikan liar yang hidup di:
-
Sungai dan rawa
-
Parit dan persawahan
-
Kolam alami dan genangan air hujan
Kemampuannya bertahan hidup di lingkungan ekstrem—bahkan air minim oksigen—membuatnya sering ditemukan oleh masyarakat pedesaan pada zaman dahulu. Lele liar biasanya ditangkap menggunakan alat tradisional seperti bubu, sero, atau pancing bambu.
Pada tahap ini, lele belum menjadi sumber pangan utama, hanya dimanfaatkan secara insidental ketika masyarakat menemukannya di alam.
2. Awal Konsumsi: Lele Sebagai Sumber Protein Rakyat
Di Nusantara, bukti awal konsumsi lele muncul dari:
-
Catatan budaya masyarakat Jawa dan Sumatra
-
Tradisi memasak lele bakar, lele goreng, dan sayur lele
-
Kebiasaan nelayan menjadikan lele sebagai lauk keluarga
Lele mulai dipilih karena:
-
Rasanya gurih
-
Tekstur daging lembut
-
Mudah didapat di alam
-
Tidak membutuhkan teknik pengolahan rumit
Pada masa ini, lele belum dibudidayakan secara khusus, tetapi sudah mulai populer sebagai makanan rakyat.
3. Mulai Dibudidayakan: Perkembangan Abad ke-20
Masuknya sistem perikanan modern pada abad ke-20 membawa perubahan besar.
Sekitar tahun 1970–1980-an, Indonesia mulai:
-
Mengimpor lele dumbo (Clarias gariepinus) dari Afrika
-
Mengembangkan teknik kolam tanah dan kolam terpal
-
Meneliti produktivitas lele lokal seperti lele Jawa/lele kampung
Lele dumbo kemudian menjadi populer karena:
-
Tumbuh lebih cepat
-
Lebih tahan penyakit
-
Hasil panen lebih besar
Inilah era ketika lele mulai berpindah dari alam liar ke kolam budidaya.
4. Lele Menjadi Komoditas Konsumsi Nasional
Memasuki tahun 1990–2000-an, konsumsi lele meningkat pesat karena:
a. Munculnya usaha pecel lele kaki lima
Menu “pecel lele” menjadi fenomena nasional, membuat permintaan ikan lele naik drastis.
b. Budidaya makin mudah dan efisien
Teknologi budidaya yang berkembang:
-
Kolam terpal
-
Kolam beton
-
Sistem bioflok
-
Pembenihan intensif
Memudahkan masyarakat untuk mulai ternak lele bahkan di lahan kecil.
c. Harga stabil dan pasarnya luas
Lele menjadi pilihan favorit karena:
-
Harga terjangkau
-
Selalu tersedia
-
Bisa diolah menjadi banyak menu
Pada tahap ini, lele resmi menjadi ikannya masyarakat Indonesia.
5. Era Modern: Komoditas Ekonomi Bernilai Tinggi
Saat ini, lele bukan lagi hanya makanan rakyat, tetapi sudah berkembang menjadi:
-
Komoditas ekspor
-
Usaha UMKM kuliner
-
Produk olahan seperti abon lele, nugget lele, dan bakso lele
-
Bisnis pembenihan besar
-
Produk premium seperti lele organik
Indonesia bahkan menjadi salah satu produsen lele terbesar di Asia.
Budidaya telah bergerak menuju sistem modern seperti:
-
Bioflok
-
Probiotik
-
Fermentasi pakan
-
Manajemen air digital
Menjadikan lele sebagai ikan konsumsi yang ekonomis, populer, dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Perjalanan ikan lele menjadi ikan konsumsi tidak terjadi dalam semalam. Dari ikan liar di rawa dan sungai, lele berkembang menjadi makanan rakyat, lalu menjadi komoditas budidaya besar yang menyerap banyak tenaga kerja dan mendukung industri kuliner nasional.
Kini, lele bukan hanya sekadar lauk makan malam, tetapi simbol kemajuan sektor perikanan air tawar Indonesia.
