menu melayang

Kamis, 27 November 2025

Awal Mula Ikan Lele Menjadi Ikan Konsumsi: Dari Perairan Liar Hingga Hidangan Populer

 


Ikan lele (Clarias spp.) kini menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar paling digemari di Asia, khususnya Indonesia. Rasanya gurih, mudah dibudidayakan, dan harga jualnya stabil. Namun, bagaimana sebenarnya awal mula ikan lele menjadi ikan konsumsi? Berikut pengembangannya dari masa ke masa.


1. Asal Usul Lele Sebagai Ikan Liar

Sebelum dikenal sebagai ikan konsumsi, lele adalah ikan liar yang hidup di:

  • Sungai dan rawa

  • Parit dan persawahan

  • Kolam alami dan genangan air hujan

Kemampuannya bertahan hidup di lingkungan ekstrem—bahkan air minim oksigen—membuatnya sering ditemukan oleh masyarakat pedesaan pada zaman dahulu. Lele liar biasanya ditangkap menggunakan alat tradisional seperti bubu, sero, atau pancing bambu.

Pada tahap ini, lele belum menjadi sumber pangan utama, hanya dimanfaatkan secara insidental ketika masyarakat menemukannya di alam.


2. Awal Konsumsi: Lele Sebagai Sumber Protein Rakyat

Di Nusantara, bukti awal konsumsi lele muncul dari:

  • Catatan budaya masyarakat Jawa dan Sumatra

  • Tradisi memasak lele bakar, lele goreng, dan sayur lele

  • Kebiasaan nelayan menjadikan lele sebagai lauk keluarga

Lele mulai dipilih karena:

  • Rasanya gurih

  • Tekstur daging lembut

  • Mudah didapat di alam

  • Tidak membutuhkan teknik pengolahan rumit

Pada masa ini, lele belum dibudidayakan secara khusus, tetapi sudah mulai populer sebagai makanan rakyat.


3. Mulai Dibudidayakan: Perkembangan Abad ke-20

Masuknya sistem perikanan modern pada abad ke-20 membawa perubahan besar.

Sekitar tahun 1970–1980-an, Indonesia mulai:

  • Mengimpor lele dumbo (Clarias gariepinus) dari Afrika

  • Mengembangkan teknik kolam tanah dan kolam terpal

  • Meneliti produktivitas lele lokal seperti lele Jawa/lele kampung

Lele dumbo kemudian menjadi populer karena:

  • Tumbuh lebih cepat

  • Lebih tahan penyakit

  • Hasil panen lebih besar

Inilah era ketika lele mulai berpindah dari alam liar ke kolam budidaya.


4. Lele Menjadi Komoditas Konsumsi Nasional

Memasuki tahun 1990–2000-an, konsumsi lele meningkat pesat karena:

a. Munculnya usaha pecel lele kaki lima

Menu “pecel lele” menjadi fenomena nasional, membuat permintaan ikan lele naik drastis.

b. Budidaya makin mudah dan efisien

Teknologi budidaya yang berkembang:

  • Kolam terpal

  • Kolam beton

  • Sistem bioflok

  • Pembenihan intensif

Memudahkan masyarakat untuk mulai ternak lele bahkan di lahan kecil.

c. Harga stabil dan pasarnya luas

Lele menjadi pilihan favorit karena:

  • Harga terjangkau

  • Selalu tersedia

  • Bisa diolah menjadi banyak menu

Pada tahap ini, lele resmi menjadi ikannya masyarakat Indonesia.


5. Era Modern: Komoditas Ekonomi Bernilai Tinggi

Saat ini, lele bukan lagi hanya makanan rakyat, tetapi sudah berkembang menjadi:

  • Komoditas ekspor

  • Usaha UMKM kuliner

  • Produk olahan seperti abon lele, nugget lele, dan bakso lele

  • Bisnis pembenihan besar

  • Produk premium seperti lele organik

Indonesia bahkan menjadi salah satu produsen lele terbesar di Asia.

Budidaya telah bergerak menuju sistem modern seperti:

  • Bioflok

  • Probiotik

  • Fermentasi pakan

  • Manajemen air digital

Menjadikan lele sebagai ikan konsumsi yang ekonomis, populer, dan berkelanjutan.


Kesimpulan

Perjalanan ikan lele menjadi ikan konsumsi tidak terjadi dalam semalam. Dari ikan liar di rawa dan sungai, lele berkembang menjadi makanan rakyat, lalu menjadi komoditas budidaya besar yang menyerap banyak tenaga kerja dan mendukung industri kuliner nasional.

Kini, lele bukan hanya sekadar lauk makan malam, tetapi simbol kemajuan sektor perikanan air tawar Indonesia.



Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel

Arsip Blog

ARSIP BLOG