Berikut beberapa berita informasi & kisah nyata peternak / pembudidaya ikan lele di Indonesia yang sudah berhasil — baik dari sisi produksi besar maupun ekspor — sebagai bukti bahwa usaha ini memang bisa berhasil jika dikelola dengan baik 👇
✅ Contoh Peternak / Daerah yang Berhasil
Kelompok Kersa Mulya Bakti — Cirebon, Jawa Barat
-
Komoditas lele dari kelompok ini berhasil menembus pasar ekspor sepanjang 2024: total pengiriman sekitar 23 ton (23.048,3 kg) ke sejumlah negara tujuan luar negeri. (ANTARA News)
-
Pengiriman dilakukan, misalnya, ke Korea Selatan (sekitar 9.600 kg pada Juli), Taiwan, dan beberapa tujuan lainnya. (ANTARA News)
-
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa lele dari budidaya lokal — jika memenuhi standar mutu ekspor — bisa diterima di pasar internasional. (Ibai)
Kusuma Karya Catfish & Republik Lele — Kabupaten Kediri, Jawa Timur
-
Di Kediri, peternakan lele telah berkembang sangat pesat, dari pembenihan sampai pembesaran, dengan volume besar. (Antara News Jawa Timur)
-
Misalnya di Kusuma Karya Catfish: terdapat ~72 kolam untuk benih dan sekitar 1.300 kolam bioflok untuk pembesaran. (Suarajakarta.id)
-
Dengan skala tersebut, peternak bisa memanen hingga 5 ton per hari — skala besar untuk usaha lele. (Suarajakarta.id)
-
Kemudian di Republik Lele — diklaim menghasilkan benih dalam jumlah besar (jutaan ekor per bulan) dan produksi lele siap jual sampai puluhan ton per hari. (Suarajakarta.id)
-
Ada laporan bahwa peternak lele di Kediri bisa meraup omzet besar — meskipun untuk pasar domestik — menunjukkan potensi ekonomi budidaya lele jika dikelola dengan benar. (beritasatu.com)
Peternak Individu: Sutarjo (Klaten, Jawa Tengah)
-
Dengan modal awal hanya sekitar Rp 3 juta (untuk kolam terpal + bibit), ia berhasil membudidayakan lele secara skala kecil → menghasilkan hingga ~500 kg setiap 2,5 bulan. (JDNews)
-
Jika dihitung, dengan asumsi harga jual per kg tertentu, usahanya bisa menghasilkan keuntungan lumayan — menunjukkan bahwa budidaya lele bisa dimulai dari modal kecil asal dikelola teliti. (JDNews)
🎯 Pelajaran dari Kisah-Kisah Sukses Ini
Dari contoh nyata di atas, bisa ditarik beberapa pelajaran:
-
Jika standard mutu (kesehatan, pengolahan, dokumentasi) terpenuhi → lele budidaya bisa diekspor. (contoh: Kelompok Kersa Mulya Bakti)
-
Skala besar membantu meningkatkan volume output dan membuat usaha “masuk” ke level komersial/eksportir — seperti di Kediri.
-
Modal kecil pun bisa memulai; yang penting: konsistensi, manajemen kolam & pakan yang baik — seperti yang dilakukan Sutarjo.
-
Diversifikasi: bukan hanya budidaya saja, tetapi bisa juga pembenihan, pembesaran, dan bahkan pengolahan/pemasaran untuk meningkatkan nilai jual.
⚠️ Catatan & Hal yang Perlu Jadi Pertimbangan
-
Tidak semua budidaya lele otomatis bisa diekspor — harus memenuhi standar ekspor internasional (kualitas, sanitasi, dokumentasi).
-
Skala besar membutuhkan manajemen kolam, pakan, sanitasi, dan distribusi yang baik supaya produksi konsisten dan efisien.
-
Peta pasar: jika untuk ekspor, pelaku usaha harus mencari buyer luar negeri, logistic & cold-chain, dan regulasi ekspor.
