Berikut langkah-langkah praktis agar pelaku usaha bisa mendapat bantuan dari masing-masing instansi:
1. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Cara mendapatkan bantuan:
-
Daftar sebagai Kelompok Pembudidaya (Pokdakan) di Dinas Perikanan Kabupaten/Kota.
-
Ikuti bimbingan teknis KKP tentang budidaya, CPIB, CBIB, dan SKP.
-
Ajukan permohonan bantuan sarana (bioflok, benih, pakan) melalui:
-
Dinas Perikanan Daerah
-
Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) terdekat
-
-
Untuk fasilitas ekspor, ikuti pelatihan dan workshop yang dibuka oleh Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (DJP2HP).
Tips:
-
Mempunyai NIB (Nomor Induk Berusaha) mempercepat proses bantuan.
-
Pastikan usaha aktif dan mempunyai catatan produksi.
2. BKIPM (Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu)
Cara dibantu BKIPM:
-
Datang ke kantor BKIPM di pelabuhan atau kota terdekat.
-
Konsultasi awal untuk mengetahui syarat ekspor:
-
Health Certificate
-
Uji residu
-
Uji mikrobiologi
-
-
Ajukan pemeriksaan sampel produk lele untuk dites mutu dan keamanan.
-
Ikuti jadwal pelatihan BKIPM mengenai:
-
Penanganan ikan ekspor
-
Sanitasi dan higienitas
-
Sistem mutu (HACCP)
-
Tips:
-
Persiapkan fasilitas yang bersih dan terdokumentasi agar mudah lolos audit.
3. Kementerian Perdagangan (Kemendag) / ITPC
Cara mendapatkan bantuan dari Kemendag:
-
Daftarkan usaha ke Sistem INATRADE untuk mengetahui aturan ekspor.
-
Hubungi ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di negara tujuan ekspor.
-
Kirim profil produk dan perusahaan untuk dipromosikan kepada calon buyer luar negeri.
-
Ikuti program:
-
Training ekspor
-
Business matching
-
Partisipasi pameran luar negeri
-
Tips:
-
Siapkan Company Profile dan foto produk standar internasional.
4. LPEI / Eximbank Indonesia
Cara mendapat bantuan pembiayaan dan pelatihan:
-
Daftar ke program CPNE (Coaching Program for New Exporters) gratis.
-
Ajukan pembiayaan untuk:
-
Pengolahan ikan fillet
-
Cold storage
-
Mesin vacuum dan freezer
-
-
Ikuti pelatihan manajemen ekspor dan pembiayaan yang diadakan setiap tahun.
Tips:
-
Siapkan minimal laporan usaha 6 bulan–1 tahun.
5. BSN (Badan Standardisasi Nasional)
Cara mendapat dukungan standar SNI:
-
Mendaftar ke Program SNI Bina UMK (gratis untuk UMKM).
-
Konsultasi gratis tentang standar produk perikanan dan pengemasan.
-
Pengurusan sertifikasi SNI melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Tips:
-
SNI membantu meningkatkan nilai jual dan diterima pasar global.
6. Bea Cukai
Cara agar proses ekspor dipermudah:
-
Daftar sebagai Eksportir Terdaftar atau minimal memiliki NIB.
-
Konsultasi ke kantor Bea Cukai untuk mengetahui jalur ekspor:
-
Jalur hijau
-
Rumah Kemasan Ekspor
-
-
Minta pendampingan “Customs Visit Customer” untuk edukasi ekspor.
Tips:
-
Urus dokumen dengan lengkap (packing list, invoice, HC, dll.)
7. Pemerintah Daerah (DKP Kab/Kota & Provinsi)
Cara mendapatkan bantuan dari Pemda:
-
Daftar sebagai anggota Pokdakan, Gapokkan, atau Koperasi Perikanan.
-
Ajukan proposal bantuan:
-
Kolam bioflok
-
Pakan
-
Benih
-
Pelatihan budidaya
-
-
Ikuti pelatihan rutin seperti:
-
CBIB
-
Pengolahan hasil perikanan
-
Manajemen pakan
-
Tips:
-
Pemda biasanya memprioritaskan kelompok yang aktif, bukan individu.
Ringkasan: Cara Tercepat Mendapat Bantuan Pemerintah
-
Punya NIB dan legalitas usaha → lebih mudah dibantu.
-
Gabung kelompok pembudidaya (Pokdakan) → peluang bantuan lebih besar.
-
Datang langsung ke dinas perikanan atau kantor BKIPM terdekat.
-
Ikuti pelatihan resmi dari KKP, BKIPM, Kemendag, dan LPEI.
-
Jangan menunggu — aktif melakukan konsultasi ke instansi terkait.
Dengan langkah-langkah ini, pembudidaya atau calon eksportir lele bisa masuk ekosistem pemerintah dan memperoleh dukungan secara bertahap.
