Bagi banyak orang, lele identik dengan ikan konsumsi atau penghuni dasar kolam yang terlihat sederhana. Namun di dunia akuarium, lele justru tampil dengan sisi yang sangat berbeda. Berbagai spesies catfish hias hadir dengan warna, pola, bentuk tubuh, dan perilaku unik yang membuat akuarium terasa lebih hidup dan berkarakter.
Dari pengalaman para penghobi, keindahan lele hias bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang bagaimana ikan ini bergerak, berinteraksi, dan mengisi ruang di dalam akuarium. Salah satu lele hias yang paling sering menarik perhatian adalah Synodontis eupterus, yang dikenal dengan julukan Featherfin Squeaker. Ciri khasnya terletak pada sirip punggung yang tinggi dan memanjang, menyerupai bulu yang berkibar saat berenang.
Ketika ditempatkan di akuarium berukuran sedang hingga besar, gerakannya terlihat anggun dan berwibawa. Pola bintik gelap di tubuhnya memberi kesan eksotis, menjadikannya pusat perhatian, meskipun ia cenderung bersifat teritorial dan membutuhkan ruang yang cukup.
Masih dari keluarga yang sama, Synodontis angelicus sering disebut sebagai salah satu lele hias paling dekoratif. Pola bintik besar yang kontras di tubuhnya menciptakan tampilan seperti lukisan hidup di dalam air.
Yang membuatnya semakin menarik adalah kebiasaannya berenang terbalik. Perilaku ini bukan hanya unik, tetapi juga memberi dinamika visual yang jarang ditemui pada ikan hias lain. Banyak penghobi mengaku bahwa lele ini selalu berhasil mencuri perhatian tamu yang melihat akuariumnya.
Berbeda dengan Synodontis yang cenderung tenang, Pictus Catfish atau Pimelodus pictus dikenal aktif dan lincah. Tubuhnya yang berwarna perak dihiasi bintik hitam tajam, dipadukan dengan kumis panjang yang memberi kesan khas lele.
Di dalam akuarium komunitas, Pictus sering menjadi ikan yang paling “hidup” karena pergerakannya yang cepat dan responsif. Dari pengamatan penghobi, ikan ini sangat cocok bagi mereka yang menyukai akuarium dengan aktivitas tinggi.
Untuk penghobi yang menginginkan lele dengan tampilan kuat namun berkarakter damai, Striped Raphael Catfish (Platydoras armatulus) menjadi pilihan favorit. Garis-garis kontras di tubuhnya memberi kesan kokoh dan eksotis.
Meski memiliki duri kecil di sisi tubuh, lele ini dikenal cukup tenang dan mudah beradaptasi dengan ikan lain. Banyak penghobi menyukai kehadirannya karena mampu memberikan nuansa “liar” tanpa mengganggu keseimbangan akuarium.
Dalam ukuran yang lebih besar, Megalodoras uranoscopus tampil sebagai lele hias yang megah. Tubuhnya kokoh dengan pola warna yang tetap menarik seiring pertumbuhan. Lele ini sering dipilih untuk akuarium besar karena memberikan kesan elegan dan berkelas.Dari pengalaman pemeliharaan jangka panjang, kehadirannya mampu mengubah akuarium menjadi terlihat seperti potongan ekosistem sungai tropis.
Di sisi lain, keindahan lele hias tidak selalu identik dengan ukuran besar. Otocinclus hadir dalam ukuran kecil dengan pola yang lembut dan menenangkan. Beberapa jenis menampilkan garis horizontal halus, sementara varietas tertentu memiliki pola yang sangat unik, bahkan menyerupai simbol tertentu di bagian ekornya. Selain tampil menarik, Otocinclus juga dikenal sebagai pembersih alga yang efektif, menjadikannya pilihan yang cantik sekaligus fungsional bagi akuarium komunitas.
Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa tidak ada satu lele hias yang bisa disebut paling cantik secara mutlak. Keindahan sangat bergantung pada selera, ukuran akuarium, dan konsep yang ingin dibangun. Bagi sebagian penghobi, lele kecil yang rajin membersihkan alga sudah cukup memuaskan. Bagi yang lain, lele besar dengan sirip megah dan pola kontras justru menjadi daya tarik utama. Yang jelas, lele hias membuktikan bahwa ikan ini memiliki pesona yang jauh melampaui citra sederhananya, menjadikannya salah satu elemen paling menarik dalam dunia akuarium.
