menu melayang

Kamis, 27 November 2025

Ikan Lele di Luar Indonesia: Sejarah, Penyebaran, dan Perkembangannya di Dunia

 


Ikan lele (catfish) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang populer di berbagai negara. Meski di Indonesia ikan lele menjadi komoditas unggulan, keberadaan dan pemanfaatan ikan lele di luar negeri juga memiliki sejarah panjang, teknik budidaya yang berbeda, serta peran penting dalam kuliner dan industri perikanan global.
1. Asal Usul dan Persebaran Lele di Dunia

Ikan lele ditemukan di hampir semua benua, kecuali Antartika. Secara global, terdapat lebih dari 3.000 spesies, namun beberapa negara memiliki spesies unggulan masing-masing:

• Amerika Serikat – Channel Catfish (Ictalurus punctatus)

Amerika adalah salah satu negara dengan industri lele terbesar di dunia. Channel catfish menjadi spesies yang dibudidayakan secara masif, terutama di negara bagian:

  • Mississippi

  • Alabama

  • Arkansas

Produksi lele di negara ini sudah sangat modern dengan penggunaan kolam tanah luas, aerator industri, pakan formulasi tinggi, dan sistem panen mekanis.

• Afrika – African Catfish (Clarias gariepinus)

Spesies ini merupakan “saudara dekat” lele lokal Indonesia. Afrika memiliki sejarah panjang budidaya lele di negara seperti:

  • Nigeria

  • Uganda

  • Kenya

  • Ghana

Nigeria bahkan tercatat sebagai salah satu produsen ikan lele terbesar di benua Afrika, dengan pasar konsumsi domestik yang sangat tinggi.

• Eropa – Budidaya Terkontrol dan Berteknologi Tinggi

Di Eropa, ikan lele dikenal dengan nama European Catfish (Silurus glanis) dan African Catfish yang diimpor sebagai komoditas budidaya. Negara yang paling maju adalah:

  • Belanda

  • Jerman

  • Perancis

  • Hungaria

Budidaya lele di Eropa umumnya menggunakan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) karena suhu dan regulasi lingkungan yang ketat.

• Asia – Negara dengan Konsumsi dan Produksi Tinggi

Selain Indonesia, banyak negara Asia lain yang memanfaatkan ikan lele sebagai komoditas pangan:

  • Thailand – terkenal dengan lele goreng dan sup pedas “Tom Yam Pla Duk”.

  • Vietnam – menjadi produsen besar pangasius (patin/lele sungai), bahkan memasok ke Eropa dan AS.

  • India – memiliki permintaan tinggi untuk catfish lokal dan impor.


2. Peran Ikan Lele dalam Industri Global

Secara internasional, ikan lele memberikan kontribusi besar dalam beberapa sektor:

• Ekonomi

Lele merupakan salah satu ikan budidaya termurah dan tercepat panen, sehingga menjadi pilihan peternak kecil hingga industri besar.

• Pangan

Rasa daging yang gurih, lembut, dan bisa diolah dalam banyak jenis masakan membuat lele disukai di berbagai negara:

  • Catfish fry (AS)

  • Smoked catfish (Afrika)

  • Grilled catfish (Thailand)

  • Catfish stew (Eropa)

• Ekspor

Negara seperti Vietnam dan Amerika banyak mengandalkan ekspor catfish fillet ke pasar global.


3. Perbedaan Budidaya Lele Luar Negeri vs Indonesia

Aspek

Luar Negeri 

Indonesia 

Teknologi 

Banyak memakai RAS, kolam industri besar

Bioflok, kolam beton, kolam terpal

Pakan

Formulasi tinggi, pabrik besar

Campuran pakan pabrik +  Pakan alternatif 

Skala

usaha

Mayoritas besar dan terkontrol

Mulai dari rumahan hingga skala industri

Jenis

spesies

Catfish, European catfish

Clarias gariepinus & Clarias batrachus


4. Tantangan Lele di Luar Indonesia

Beberapa masalah yang sering terjadi pada budidaya lele global:

  • Suhu dingin (terutama Eropa & Amerika) yang menghambat pertumbuhan

  • Regulasi lingkungan dan emisi limbah budidaya

  • Fluktuasi harga pakan

  • Persaingan produk impor (misalnya fillet pangasius dari Vietnam)


5. Masa Depan Budidaya Lele Global

Dengan meningkatnya kebutuhan pangan dunia dan tekanan terhadap keberlanjutan laut, ikan lele menjadi salah satu solusi protein masa depan karena:

  • Pertumbuhan cepat

  • Efisiensi pakan tinggi

  • Adaptasi lingkungan luas

  • Harga produksi murah

Banyak negara kini mulai berinvestasi pada:

  • Sistem budidaya tertutup

  • Teknologi monitoring kolam

  • Pakan ramah lingkungan seperti maggot dan mikroba


Kesimpulan

Ikan lele bukan hanya populer di Indonesia, tetapi juga memiliki peran besar di berbagai negara. Amerika memiliki industri lele modern; Afrika menjadi pusat produksi African catfish; Eropa unggul dalam teknologi; dan Asia mendominasi pasar konsumsi.

Dengan perkembangan teknologi dan tingginya permintaan protein murah, ikan lele akan tetap menjadi komoditas penting dalam perikanan global di masa depan.



Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel

Arsip Blog

ARSIP BLOG