Mari kita simak apa saja wejangan hidup ala ikan lele, sang guru motivasi dari dasar kolam.
1. “Air keruh bukan alasan untuk berhenti.”
Lele hidup di air keruh, bahkan sangat keruh… sampai kita saja bingung itu air atau teh susu basi. Tapi lele tetap santai, tetap makan, tetap tumbuh.
“Bro, hidupmu masih lebih jernih dari air kolamku.”
2. “Tidak perlu tampil cantik, yang penting bermanfaat.”
Lele tidak punya sisik. Kulitnya licin seperti habis pakai skincare 12 step, tapi tetap saja tidak masuk kategori ikan tercantik.
Lele,
“Ganteng itu bonus, berguna itu tujuan.”
3. “Jatuh? Terguling? Diseret? Tetap Diam dan Lanjut.”
Coba lihat ketika lele ditangkap nelayan atau peternak. Dia berguling, meloncat, salto 180°, tapi tetap tidak pernah teriak.
Ia cuma bilang dalam hati:
“Yang penting tetap licin dan bebas.”
4. “Jangan ribut. Hemat energi.”
Pesan lele:
“Kenapa kamu capek-capek marah? Aku saja diem dapat makan.”
5. “Fleksibel adalah superpower.”
Lele adalah definisi easy-going.
“Kalau kamu bisa fleksibel, hidup jadi lebih ringan.”
6. “Jangan banyak bicara. Banyakin bertahan.”
-
Tidak rewel,
-
Tidak drama,
-
Tidak menuntut,
-
Tapi tetap survive.
Kadang yang kita butuhkan bukan ceramah 3 jam, tapi diam dan lanjutkan hidup seperti lele.
Kesimpulan:
Lele adalah makhluk sederhana, tapi filosofi hidupnya dalam:
-
Hidup mayan keruh? Tetap jalan.
-
Kelihatan biasa saja? Tidak apa, yang penting berguna.
-
Banyak masalah? Santai dan licinlah seperti lele.
-
Dunia ribut? Kamu diam aja.
Tidak perlu seminar motivasi mahal—cukup lihat kolam lele.
