menu melayang

Jumat, 28 November 2025

Panduan Lengkap: Peralatan Penting untuk Budidaya Lele


Budidaya lele telah menjadi salah satu usaha perikanan air tawar paling populer di Indonesia. Kemudahan teknis, permintaan pasar yang tinggi, serta waktu panen yang relatif cepat membuat banyak orang tertarik untuk memulai bisnis menguntungkan ini.

Namun, keberhasilan budidaya tidak hanya bergantung pada pakan dan bibit, tetapi juga pemilihan peralatan yang tepat.

Dalam artikel ini, kami memberikan daftar lengkap peralatan budidaya lele beserta estimasi harga dan skema modal untuk berbagai skala usaha.


1. Kolam Budidaya Lele

Kolam adalah komponen utama dalam budidaya lele. Ada beberapa pilihan yang dapat digunakan:

a. Kolam Terpal

  • Harga: Rp 1.300.000 – Rp 2.200.000

  • Keunggulan: murah, cepat dibuat, fleksibel.

b. Kolam Beton

  • Harga: Rp 3.000.000 – Rp 8.000.000 (tergantung ukuran)

  • Keunggulan: tahan lama, stabil.

c. Kolam Bioflok (Bundar/Umbrella Tank)

  • Harga: Rp 4.500.000 – Rp 7.000.000

  • Keunggulan: produksi tinggi, hemat air.

Kolam bioflok biasanya digunakan untuk budidaya intensif dengan padat tebar tinggi.


2. Aerator dan Blower

Aerator adalah alat penting untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut (DO) dalam kolam.

Jenis aerator yang umum:

  • Aerator aquarium kecil: Rp 150.000 – Rp 300.000

  • Aerator ring: Rp 600.000 – Rp 1.200.000

  • Blower besar (750W): Rp 3.000.000 – Rp 6.000.000

Aerator wajib ada untuk sistem bioflok dan kolam intensif agar lele tidak stres dan pertumbuhan optimal.


3. Pompa Air

Pompa air digunakan untuk mengisi, menguras, atau mensirkulasikan air kolam.

  • Pompa kecil: Rp 150.000 – Rp 300.000

  • Pompa sedang: Rp 400.000 – Rp 700.000

  • Pompa besar: Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000

Memilih pompa yang hemat listrik sangat disarankan, terutama untuk budidaya jangka panjang.


4. Alat Ukur Kualitas Air

Kualitas air = kunci keberhasilan budidaya lele.

Peralatan yang diperlukan:

  • pH meter: Rp 120.000 – Rp 300.000

  • TDS/EC meter: Rp 150.000 – Rp 400.000

  • Termometer air: Rp 20.000 – Rp 50.000

  • DO meter (opsional): Rp 1.500.000 – Rp 3.000.000

Alat-alat ini berguna untuk memantau pH, kekeruhan, suhu, dan oksigen terlarut.


5. Jaring, Serok, dan Peralatan Sortir

Peralatan ini digunakan untuk memindahkan ikan, sortir ukuran, dan panen.

  • Jaring halus untuk benih: Rp 25.000 – Rp 60.000

  • Serok besar: Rp 40.000 – Rp 100.000

  • Jaring panen: Rp 150.000 – Rp 300.000

Gunakan jaring halus untuk menghindari luka pada benih kecil.


6. Timbangan

Timbangan diperlukan untuk mengukur bobot ikan secara berkala.

  • Timbangan digital kecil: Rp 100.000 – Rp 200.000

  • Timbangan duduk untuk panen: Rp 200.000 – Rp 400.000

Pengukuran bobot membantu menentukan dosis pakan dan memantau pertumbuhan.


7. Wadah Pakan dan Alat Pemberian Pakan

Perlengkapan ini meliputi:

  • Ember pakan

  • Wadah kedap air

  • Sekop pakan

  • Serok kecil untuk sampling

Estimasi biaya: Rp 100.000 – Rp 300.000.


8. Peralatan Kebersihan Kolam

Kebersihan kolam sangat menentukan kesehatan ikan.
Peralatan yang diperlukan:

  • Selang penguras

  • Sikat kolam

  • Saringan air

  • Ember

  • Filter sederhana

Biaya perlengkapan kebersihan biasanya berkisar Rp 150.000 – Rp 350.000.


9. Peralatan Tambahan (Opsional Tapi Sangat Membantu)

Peralatan opsional berikut sangat berguna untuk skala menengah–besar:

  • Genset/UPS untuk menjaga aerator tetap menyala → Rp 1.500.000 – Rp 4.000.000

  • Bio ball / media filter → Rp 75.000 – Rp 150.000 per liter

  • Drum fermentasi untuk probiotik atau MOL → Rp 100.000 – Rp 200.000

  • Mesin pakan otomatis → Rp 2.000.000 – Rp 4.000.000


Estimasi Modal Berdasarkan Skala Budidaya

A. Skala Pemula (1 Kolam Terpal)

  • Total peralatan: Rp 2.200.000

  • Operasional 3 bulan: Rp 1.100.000

  • Total modal awal: ± Rp 3.400.000

Potensi keuntungan: Rp 1.000.000 per siklus.


B. Skala Menengah (3–5 Kolam)

  • Total peralatan: Rp 9.000.000 – Rp 10.000.000

  • Operasional: ± Rp 4.500.000

  • Total modal: ± Rp 14.000.000

Potensi keuntungan: Rp 7–10 juta per siklus.


C. Skala Produksi Besar (10+ Kolam Bioflok)

  • Total peralatan: ± Rp 65.000.000

  • Operasional: ± Rp 18.000.000

  • Total modal awal: ± Rp 84.000.000

Potensi keuntungan: Rp 40–50 juta per siklus.


Kesimpulan

Peralatan budidaya lele sangat menentukan kesehatan ikan, efisiensi kerja, dan hasil panen. Mulai dari kolam, aerator, pompa air, hingga alat ukur kualitas air, semua memiliki peran masing-masing.

Dengan memilih peralatan yang tepat dan memahami kebutuhan operasional, budidaya lele dapat menjadi usaha yang sangat menjanjikan, baik skala rumahan maupun skala industri.



Blog Post

Related Post

Mohon maaf, belum ada postingan.

Back to Top

Cari Artikel

Arsip Blog

ARSIP BLOG