menu melayang

Rabu, 19 November 2025

Ternak Lele bagi pemula

 
Budidaya lele adalah salah satu usaha perikanan yang paling diminati oleh pemula karena mudah dijalankan, modal relatif kecil, dan memiliki pasar yang stabil. Lele juga dikenal kuat terhadap perubahan lingkungan sehingga cocok dibudidayakan di berbagai kondisi, baik di pedesaan maupun perkotaan. Artikel ini membahas langkah-langkah dasar ternak lele yang dapat menjadi panduan bagi pemula.

1. Menentukan Sistem Pemeliharaan

Langkah pertama adalah menentukan jenis kolam yang akan digunakan. Ada tiga opsi utama:

    a. Kolam Terpal

Merupakan pilihan paling populer bagi pemula karena biayanya murah, mudah dipasang, dan mudah dipindahkan. Kolam terpal juga memudahkan pengontrolan air.

    b. Kolam Beton

Lebih kuat dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Kolam ini cocok untuk peternak yang berencana mengembangkan usaha.

    c. Kolam Tanah

Kolam jenis ini memungkinkan ikan hidup lebih alami dan tumbuh cepat. Namun, pengontrolan kualitas air lebih menantang.

Pemula umumnya disarankan menggunakan kolam terpal karena lebih fleksibel dan efisien secara biaya.


2. Persiapan Kolam

Kolam berukuran 2 × 3 meter dengan kedalaman 80–100 cm sudah cukup untuk skala kecil.

Langkah-Langkah Persiapan Kolam:

  1. Bersihkan kolam dari kotoran atau zat kimia.

  2. Isi kolam dengan air setinggi 40–50 cm.

  3. Diamkan air selama 3–5 hari untuk pertumbuhan plankton alami.

  4. Tambahkan probiotik atau daun pepaya/daun ketapang untuk menstabilkan kualitas air.

  5. Setelah benih ditebar, naikkan level air hingga 70–80 cm.

Kualitas air adalah kunci keberhasilan budidaya lele karena memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan ikan.


3. Memilih Benih Lele Berkualitas

Benih merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan ternak.

Ciri-ciri benih lele yang baik:

  • Ukuran seragam (ideal 7–9 cm).

  • Gerak aktif dan responsif terhadap pakan.

  • Tidak memiliki luka atau cacat.

  • Warna tubuh cerah dan tidak pucat.

Untuk kolam ukuran 2 × 3 meter, jumlah ideal adalah 800–1.000 ekor agar pertumbuhan tidak terhambat.


4. Teknik Penebaran Benih

Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu udara stabil.

Cara Menebar Benih dengan Benar:

  • Lakukan aklimatisasi dengan merendam wadah benih dalam kolam selama 10–15 menit agar suhu air sama.

  • Tebarkan benih secara perlahan agar ikan tidak stres.

  • Biarkan benih beradaptasi selama 24 jam sebelum diberi pakan pertama


5. Pemberian Pakan

Pakan utama lele adalah pelet yang mengandung nutrisi lengkap. Pakan tambahan seperti cacing, ikan rucah, atau maggot boleh diberikan untuk mempercepat pertumbuhan.

Frekuensi Pemberian Pakan:

  • Beri makan 2–3 kali sehari (pagi, sore, malam).

  • Pakan diberikan secukupnya, habis dalam 5–10 menit.

Memberikan pakan berlebihan dapat menyebabkan air cepat bau dan memicu penyakit.


6. Manajemen Air Kolam

Air yang baik biasanya berwarna hijau kecokelatan dan tidak berbau busuk.

Pemeliharaan Air:

  • Ganti 10–20% air setiap 1–2 minggu.

  • Jika air mulai berbau, lakukan penggantian lebih banyak.

  • Gunakan aerator jika ikan sangat padat di kolam.

Menjaga kualitas air berarti menjaga kesehatan lele.


7. Pencegahan dan Penanganan Penyakit

Lele termasuk ikan yang kuat, namun tetap bisa terserang penyakit jika kualitas air buruk atau terlalu padat tebar.

Gejala Lele Sakit:

  • Berenang di permukaan

  • Tidak mau makan

  • Luka pada kulit atau sirip

  • Warna tubuh pucat

Pencegahan:

  • Jaga kualitas air

  • Jangan menebar benih terlalu padat

  • Lakukan karantina untuk benih dari tempat berbeda

  • Berikan pakan berkualitas


8. Waktu dan Cara Panen

Lele siap panen dalam waktu 2,5–3 bulan dengan ukuran konsumsi 7–9 ekor per kilogram.

Cara Panen:

  1. Kurangi air kolam perlahan.

  2. Tangkap lele menggunakan jaring.

  3. Sortir ukuran agar hasil panen seragam.

Tidak disarankan memanen tergesa-gesa karena dapat menyebabkan stres pada ikan.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel

Arsip Blog

ARSIP BLOG