Perawatan air kolam merupakan faktor paling penting dalam keberhasilan budidaya ikan lele. Air yang stabil, bersih, dan sesuai parameter akan menjaga kesehatan ikan, mempercepat pertumbuhan, serta meminimalkan resiko kematian massal. Dalam budidaya modern, pemahaman tentang manajemen kualitas air menjadi syarat utama.
1. Standar Kualitas Air Kolam Lele
Agar ikan tumbuh optimal, pastikan parameter air berada pada kisaran berikut:
pH terlalu tinggi menurunkan nafsu makan.
b. Suhu, Ideal: 26 – 30°C
Suhu dingin membuat pertumbuhan lambat.
c. TDS (Total Dissolved Solids), Ideal: 150 – 300 ppm
Di atas 800 ppm biasanya mulai mengganggu pernapasan ikan dan pertumbuhan.
- Berikan pakan secukupnya, hindari overfeeding.
- Sisa pakan adalah penyebab utama bau, amonia tinggi, dan air cepat rusak.
b. Aerasi dan Sirkulasi
- Gunakan blower, kincir, atau aerator untuk menjaga oksigen.
- Kolam bioflok wajib ada aerasi 24 jam.
c. Penggantian Air Terjadwal
- Ganti 10–20% air per minggu jika air mulai keruh.
- Pada sistem bioflok, penggantian dilakukan jika TDS terlalu tinggi.
d. Penambahan Probiotik
- Membantu menekan bakteri jahat.
- Mempercepat penguraian amonia.
e. Penyesuaian pH
- pH rendah → tambah kapur dolomit.
- pH tinggi → tambah air hujan, atau air baru yang lebih netral.
3. Kendala yang Sering Terjadi pada Air Kolam Lele & Cara Mengatasinya
- Sisa pakan menumpuk
- Kotoran ikan berlebihan
- Pertumbuhan bakteri jahat
- Kurangi pemberian pakan 10–20% selama 2 hari.
- Tambahkan probiotik dan kapur dolomit dosis ringan.
- Buang endapan dasar kolam (siphon).
- Ganti air 10–30%.
- Ikan kumpul di permukaan
- Bau menyengat
- Ikan sering luka atau merah
- Ganti air 20–40%.
- Tambah aerasi.
- Taburkan kapur dolomit 200–300 gram per m³.
- Tambahkan probiotik malam hari.
C. TDS Tinggi (>800 ppm)
Penyebab:
- Air sumur TDS tinggi
- Penumpukan flok
- Banyak mineral dan senyawa terlarut
Solusi:
- Buang 30–50% air dan isi dengan air yang lebih rendah TDS-nya.
- Jangan tambah garam jika TDS sudah tinggi.
- Siphon dasar kolam untuk mengurangi endapan.
- Gunakan filter sederhana (drum + pasir + arang).
- Jika air bawaan dari sumur TDS > 800 ppm, maka: Endapkan air 24 jam di toren
- Tambahkan aerasi dan probiotik
- Gunakan filter pasir (sand filter)
- Campur air hujan atau air lain yang lebih rendah TDS (jika memungkinkan)
D. pH Turun Drastis
Penyebab:
- Hujan deras
- Fermentasi organik berlebihan
- Tambahkan kapur dolomit.
- Tambahkan air baru sedikit-sedikit.
- Naikkan aerasi.
E. Ikan Megap-Megap / Kekurangan Oksigen
Penyebab:
- Aerasi mati
- Sisa pakan menumpuk
- DO rendah
- Hidupkan aerator segera.
- Ganti air 20%.
- Kurangi pakan sementara.
4. Tips Agar Air Kolam Lele Selalu Stabil
- Gunakan probiotik berkala (3–4 hari sekali).
- Jangan overfeeding-sebab paling umum air cepat rusak.
- Siphon dasar kolam 1–2 minggu sekali.
- Pantau TDS, pH, dan suhu setiap hari.
- Gunakan aerasi yang cukup, terutama kolam padat tebar.
Perawatan air kolam lele merupakan kunci utama keberhasilan budidaya. Dengan menjaga parameter air tetap stabil, melakukan perawatan rutin, serta memahami penyebab kerusakan air, peternak dapat mencegah kematian ikan, meningkatkan pertumbuhan, dan mendapatkan hasil panen maksimal. Kunci utamanya adalah kontrol rutin, manajemen pakan, dan aerasi optimal.
