menu melayang

Minggu, 23 November 2025

Perawatan Air Kolam Lele: Standar, Kendala, dan Cara Mengatasinya


Perawatan air kolam merupakan faktor paling penting dalam keberhasilan budidaya ikan lele. Air yang stabil, bersih, dan sesuai parameter akan menjaga kesehatan ikan, mempercepat pertumbuhan, serta meminimalkan risiko kematian massal.

Dalam budidaya modern, pemahaman tentang manajemen kualitas air menjadi syarat utama.


1. Standar Kualitas Air Kolam Lele

Agar ikan lele tumbuh optimal, pastikan parameter air berada pada kisaran berikut:

a. pH Air (Ideal: 6,5 – 8,0)

  • pH terlalu rendah menyebabkan ikan stres dan mudah terserang penyakit.
  • pH terlalu tinggi dapat menurunkan nafsu makan.

b. Suhu Air (Ideal: 26 – 30°C)

  • Suhu terlalu dingin membuat pertumbuhan ikan melambat.

c. TDS (Total Dissolved Solids) – Ideal: 150 – 300 ppm

  • TDS di atas 800 ppm mulai mengganggu pernapasan dan pertumbuhan ikan.

d. DO (Dissolved Oxygen) – Ideal: > 3 mg/L

  • Oksigen rendah menyebabkan ikan megap-megap di permukaan.

e. Amonia (NH3) – Ideal: < 0,02 mg/L

  • Amonia tinggi merupakan racun utama dalam budidaya lele.

2. Perawatan Air Kolam Lele Secara Rutin

a. Manajemen Pakan

  • Berikan pakan secukupnya dan hindari overfeeding.
  • Sisa pakan adalah penyebab utama bau, amonia tinggi, dan air cepat rusak.

b. Aerasi dan Sirkulasi

  • Gunakan blower, kincir, atau aerator untuk menjaga oksigen.
  • Kolam sistem bioflok wajib menggunakan aerasi 24 jam.

c. Penggantian Air Terjadwal

  • Ganti 10–20% air per minggu jika air mulai keruh.
  • Pada sistem bioflok, penggantian dilakukan bila TDS terlalu tinggi.

d. Penambahan Probiotik

  • Membantu menekan bakteri jahat.
  • Mempercepat penguraian amonia.

e. Penyesuaian pH

  • pH rendah → tambahkan kapur dolomit.
  • pH tinggi → tambahkan air hujan atau air baru yang lebih netral.

3. Kendala Umum Air Kolam Lele & Cara Mengatasinya

A. Air Keruh dan Bau Menyengat

Penyebab:

  • Sisa pakan menumpuk
  • Kotoran ikan berlebihan
  • Pertumbuhan bakteri jahat

Solusi:

  • Kurangi pakan 10–20% selama 2 hari.
  • Tambahkan probiotik dan kapur dolomit dosis ringan.
  • Lakukan siphon endapan dasar kolam.
  • Ganti air 10–30%.

B. Amonia Tinggi

Tanda-tanda:

  • Ikan berkumpul di permukaan
  • Bau menyengat
  • Ikan sering luka atau kemerahan

Cara mengatasi:

  • Ganti air 20–40%.
  • Tambahkan aerasi.
  • Taburkan kapur dolomit 200–300 gram/m³.
  • Tambahkan probiotik pada malam hari.

C. TDS Tinggi (> 800 ppm)

Penyebab:

  • Air sumur dengan TDS tinggi
  • Penumpukan flok
  • Banyak mineral dan senyawa terlarut

Solusi:

  • Buang 30–50% air dan ganti dengan air TDS lebih rendah.
  • Hindari penambahan garam.
  • Lakukan siphon dasar kolam.
  • Gunakan filter sederhana (drum + pasir + arang).

Jika air sumur TDS > 800 ppm:

  • Endapkan air 24 jam di toren.
  • Tambahkan aerasi dan probiotik.
  • Gunakan sand filter.
  • Campur air hujan atau air lain yang lebih rendah TDS (jika memungkinkan).

D. pH Turun Drastis

Penyebab:

  • Hujan deras
  • Fermentasi organik berlebihan

Penanganan:

  • Tambahkan kapur dolomit.
  • Tambahkan air baru sedikit demi sedikit.
  • Tingkatkan aerasi.

E. Ikan Megap-Megap (Kekurangan Oksigen)

Penyebab:

  • Aerasi mati
  • Sisa pakan menumpuk
  • DO terlalu rendah

Penanganan:

  • Segera hidupkan aerator.
  • Ganti air ±20%.
  • Kurangi pakan sementara.

4. Tips Agar Air Kolam Lele Selalu Stabil

  • Gunakan probiotik secara berkala (3–4 hari sekali).
  • Hindari overfeeding.
  • Lakukan siphon dasar kolam 1–2 minggu sekali.
  • Pantau pH, TDS, dan suhu setiap hari.
  • Gunakan aerasi yang cukup, terutama pada kolam padat tebar.

Kesimpulan

Perawatan air kolam lele adalah kunci utama keberhasilan budidaya. Dengan menjaga parameter air tetap stabil, melakukan perawatan rutin, serta memahami penyebab kerusakan air, peternak dapat mencegah kematian ikan, meningkatkan pertumbuhan, dan memperoleh hasil panen maksimal.

Kunci utamanya adalah kontrol rutin, manajemen pakan yang tepat, dan aerasi optimal.


Blog Post

Related Post

Back to Top

Pencarian Artikel

CARI ARTIKEL

Artikel Terbaru

Label

Arsip Blog

ARSIP ARTIKEL