-
Jumlah penduduk Aceh (basis 2024): 5.554.820 jiwa. Sumber: BPS/Aceh (laporan media mengutip BPS). (Antara Aceh)
-
Angka konsumsi ikan per kapita Aceh (basis 2023): 65,93 kg/kapita/tahun. (DKP Aceh melaporkan capaian 65,93 kg/kapita pada 2023, naik 5,35% dari 2022). (dkp.acehprov.go.id)
I. Asumsi proyeksi
-
Pertumbuhan penduduk: kita gunakan laju 1,32% per tahun (nilai yang dilaporkan BPS/Aceh untuk kenaikan penduduk terbaru), diterapkan tiap tahun pada jumlah penduduk. (Antara Aceh)
-
Per kapita konsumsi ikan (kg/kapita/tahun): karena perilaku konsumsi bisa berubah, kita tampilkan 3 skenario:
-
Konservatif: kenaikan konsumsi per kapita 0,5%/tahun (pertumbuhan sangat kecil).
-
Moderat: kenaikan 2%/tahun (kenaikan wajar jika pendapatan/akses pakan naik).
-
Optimis: kenaikan 4%/tahun (jika program konsumsi ikan/peningkatan gizi berjalan cepat).
(Catatan: Aceh pernah mencatat kenaikan 5,35% antara 2022–2023, jadi angka optimis 4% bukan tidak realistis — namun saya pilih 3 skenario untuk kehati-hatian.)
-
-
Perhitungan: untuk setiap tahun:
Populasi_tahun = Pop_2024 × (1 + 0.0132)^(tahun − 2024)
Konsumsi_perkapita_tahun = 65.93 × (1 + r)^(tahun − 2023)(r = skenario pertumbuhan per kapita)
Kebutuhan_total (ton) = Populasi_tahun × Konsumsi_perkapita_tahun / 1000
II. Hasil proyeksi (tahun per tahun, 2026–2030)
Angka ditampilkan dalam ton per tahun (dibulatkan 2 desimal).
Skenario A — Konservatif (pc +0.5%/th)
-
2026: 381.629,21 ton
-
2027: 388.600,05 ton
-
2028: 395.698,22 ton
-
2029: 402.926,05 ton
-
2030: 410.285,89 ton
Skenario B — Moderat (pc +2%/th)
-
2026: 398.973,40 ton
-
2027: 412.324,65 ton
-
2028: 426.122,68 ton
-
2029: 440.382,45 ton
-
2030: 455.119,41 ton
Skenario C — Optimis (pc +4%/th)
-
2026: 422.905,61 ton
-
2027: 445.627,48 ton
-
2028: 469.570,16 ton
-
2029: 494.799,22 ton
-
2030: 521.383,79 ton
*(Angka-angka populasi yang digunakan adalah hasil proyeksi populasi Aceh dari basis 5.554.820 jiwa dengan laju 1,32%/tahun; angka konsumsi per kapita awal 65,93 kg/kapita/tahun — sumber tercantum di atas).) (Antara Aceh)
III. Interpretasi singkat & implikasi untuk pembudidaya lele di Aceh
-
Permintaan besar dan tumbuh. Bahkan pada skenario konservatif, kebutuhan tahunan mencapai ~410 ribu ton pada 2030 — ini menunjukkan pasar lokal sangat besar.
-
Kesenjangan pasokan → peluang usaha. Jika produksi lokal tidak berkembang sesuai permintaan, Aceh akan bergantung pasokan dari luar provinsi atau impor antar-kabupaten. Itu membuka peluang besar bagi peternak, koperasi, dan investor untuk meningkatkan produksi lele.
-
Rekomendasi singkat: fokus pada peningkatan produktivitas (pemilihan bibit, pakan efisien, probiotik alami/bahan lokal, sistem budidaya intensif atau bioflok), pengolahan pascapanen, dan akses pasar (kontrak dengan warung/restoran/ritel).
