Manajemen pakan adalah salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan budidaya ikan lele. Pemberian pakan yang tepat dapat mempercepat pertumbuhan, mengurangi tingkat kematian, dan menekan biaya produksi. Sebaliknya, manajemen pakan yang buruk sering menyebabkan kolam cepat kotor, biaya membengkak, dan lele tumbuh tidak merata.
1. Menentukan Jenis Pakan Berdasarkan Umur Lele
Lele membutuhkan jenis pakan yang berbeda sesuai tahap pertumbuhannya. Pada fase awal (ukuran benih 2–5 cm), pakan harus berbentuk halus seperti crumble atau tepung agar mudah dicerna. Setelah memasuki ukuran 5–9 cm, lele dapat mulai diberi pellet dengan ukuran kecil. Seiring bertambah besar, pellet bisa dinaikkan ukurannya disesuaikan dengan bukaan mulut lele. Penggunaan pakan yang sesuai ukuran dapat mempercepat pertumbuhan dan mengurangi pakan terbuang.
2. Frekuensi Pemberian Pakan yang Tepat
Frekuensi pemberian pakan sangat berpengaruh terhadap nafsu makan dan pertumbuhan lele. Pada fase awal, lele membutuhkan pakan 3–4 kali sehari karena metabolisme mereka lebih cepat. Ketika ukurannya mulai besar (di atas 10 cm), frekuensi cukup 2 kali sehari karena mereka sudah mampu menyimpan energi lebih lama. Konsistensi jadwal pakan juga penting agar lele tidak stres dan memiliki ritme pertumbuhan yang stabil.
3. Menyesuaikan Takaran Pakan dengan Kebutuhan
Takaran pakan harus disesuaikan dengan jumlah dan usia ikan di dalam kolam. Umumnya, lele diberi pakan 3–5% dari total bobot biomass per hari. Jika jumlah pakan terlalu sedikit, pertumbuhan ikan menjadi lambat dan ukuran tidak merata. Sebaliknya, memberi pakan berlebihan membuat air cepat rusak karena sisa pakan membusuk. Oleh karena itu, penting melakukan sampling ukuran lele setiap 10–14 hari untuk menghitung kebutuhan pakan lebih akurat.
4. Memperhatikan Kualitas Pakan
Kualitas pakan berpengaruh langsung pada kesehatan dan percepatan pertumbuhan ikan lele. Pilih pakan dengan kadar protein minimal 28–32% untuk pembesaran dan 35% untuk benih. Pakan berkualitas biasanya tidak berbau tengik, tidak berjamur, dan tidak mudah hancur ketika terkena air. Penggunaan pakan berkualitas juga membantu menjaga kebersihan air karena tidak banyak menyisakan partikel kecil yang mengotori kolam. Jika memungkinkan, kombinasikan dengan pakan alternatif untuk mengurangi biaya.
5. Menggunakan Pakan Alternatif untuk Efisiensi
Pakan alternatif dapat membantu menekan biaya operasional budidaya lele, terutama ketika harga pellet sedang tinggi. Beberapa pakan alternatif yang sering digunakan adalah keong mas, ikan rucah, bekicot, maggot BSF, atau limbah dapur tertentu yang aman. Pemberian pakan alternatif harus tetap disesuaikan porsinya agar tidak berlebihan. Selain itu, pakan alternatif sebaiknya direbus terlebih dahulu untuk mencegah penyakit dan menjaga higienitas. Kombinasi pakan pellet dan alternatif dapat meningkatkan efisiensi tanpa menurunkan kualitas pertumbuhan.
6. Melakukan Pengamatan Nafsu Makan Secara Rutin
Pengamatan nafsu makan sangat penting dilakukan setiap kali pemberian pakan. Jika lele makan dengan agresif dan cepat, maka kondisinya sedang sehat dan lingkungan kolam mendukung. Namun jika lele lamban makan atau pakan tersisa banyak, itu pertanda adanya masalah seperti stres, kadar amonia meningkat, atau penyakit. Dengan rutin mengamati perilaku makan, peternak bisa melakukan tindakan cepat sebelum masalah semakin besar. Ini juga membantu mencegah pemborosan pakan akibat pemberian yang tidak tepat.
7. Menjaga Kualitas Air agar Pakan Tidak Terbuang
Kualitas air adalah faktor utama yang menentukan efektivitas pemberian pakan. Jika air berwarna terlalu pekat, bau menyengat, atau banyak busa, lele biasanya akan menurunkan nafsu makan. Sisa pakan yang tidak termakan akan memperburuk kondisi air dan meningkatkan risiko penyakit. Maka dari itu, pergantian air rutin 10–30% per minggu sangat dianjurkan terutama pada kolam terpal dan kolam beton. Kolam dengan kualitas air yang baik membuat pakan termanfaatkan secara maksimal.
8. Menerapkan Teknik Pengurangan Pakan Menjelang Panen
Menjelang masa panen, jumlah pakan dapat dikurangi secara bertahap. Pengurangan ini bertujuan agar lele tidak terlalu gemuk dan tekstur daging tetap baik. Selain itu, mengurangi pakan menjelang panen membantu menjaga kejernihan air sehingga proses panen menjadi lebih mudah dan ikan tidak stres. Pada 2–3 hari menjelang panen, pemberian pakan dapat dihentikan sepenuhnya tanpa memengaruhi bobot secara signifikan. Teknik ini sering dilakukan peternak profesional agar hasil panen lebih optimal.
Kesimpulan
Manajemen pakan yang baik adalah kunci utama suksesnya budidaya ikan lele. Dengan memilih jenis pakan yang tepat, menyesuaikan takaran, menjaga kualitas air, dan melakukan pengamatan rutin, pertumbuhan lele dapat lebih cepat dan efisien. Selain itu, penggunaan pakan alternatif dapat membantu menekan biaya pemeliharaan tanpa mengurangi hasil produksi. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, pembudidaya dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan ikan hingga masa panen.
