Jakarta, Desember 2025 — Industri ikan lele di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025. Komoditas air tawar yang menjadi konsumsi harian jutaan masyarakat ini kini memasuki fase modernisasi, ditandai dengan meningkatnya penggunaan teknologi, efisiensi budidaya, dan ekspansi pasar UMKM pengolahan lele di berbagai daerah.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan bahwa permintaan lele nasional terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, seiring naiknya konsumsi produk perikanan serta berkembangnya sektor kuliner. Lele menjadi salah satu komoditas dengan serapan pasar terbesar, terutama untuk katering, rumah makan, dan usaha pecel lele yang menjamur di berbagai kota besar.
Produksi Lele Tumbuh Stabil
Pelaku budidaya di sejumlah daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, dan Sumatera Utara, melaporkan bahwa volume panen meningkat 5–12% dibanding tahun sebelumnya. Sistem budidaya bioflok dan RAS (Recirculating Aquaculture System) menjadi pilihan dominan karena mendukung efisiensi lahan dan air, terutama di wilayah perkotaan.
“Peternak kini lebih berani berinvestasi pada teknologi untuk menjaga kualitas air dan mengurangi risiko kematian ikan,” ujar salah satu pengamat akuakultur dari Bandung. “Modernisasi ini membuat produktivitas naik hingga 20%.”
Harga Pakan Masih Jadi Tantangan Utama
Meski pertumbuhan positif, kenaikan harga pakan menjadi isu terbesar dalam industri lele. Pakan komersial mengalami kenaikan 4–7% sepanjang tahun 2025 akibat fluktuasi harga bahan baku protein. Hal ini membuat sebagian peternak mulai mengembangkan:
-
pakan mandiri fermentasi,
-
pakan alternatif berbasis protein lokal,
-
serta penggunaan alat pemberi pakan otomatis untuk mengurangi pemborosan.
Dengan komposisi biaya pakan yang mencapai 70% dari total biaya produksi, efisiensi pakan menjadi fokus peternak untuk mempertahankan margin keuntungan.
Ancaman Penyakit Ikan Meningkat akibat Perubahan Iklim
Perubahan suhu air yang semakin tidak stabil memicu peningkatan kasus penyakit seperti Aeromonas, Trichodina, dan KHV-like symptoms. Beberapa daerah bahkan melaporkan angka kematian ikan yang meningkat selama musim pancaroba.
Pelaku industri mendesak pemerintah untuk memperluas program pendampingan teknis dan menyediakan akses obat ikan yang lebih terjangkau.
Industri Olahan Lele Menguat: UMKM Mengalami Lonjakan Pesanan
Sektor pengolahan lele mencatat pertumbuhan paling cepat pada 2025. Produk olahan yang paling diminati meliputi:
-
lele asap,
-
abon lele,
-
keripik kulit lele,
-
lele fillet beku,
-
dan bakso lele.
UMKM di Jawa Timur dan Sumatera dilaporkan mengalami lonjakan permintaan, terutama dari platform online dan pengiriman antar kota. Produk frozen food berbahan dasar lele menjadi tren baru yang mendorong nilai ekonomi komoditas ini meningkat.
Digitalisasi Mengubah Cara Peternak Berproduksi
Masuknya generasi muda ke sektor ini membawa perubahan signifikan. Teknologi seperti sensor kualitas air, aplikasi monitoring kolam, dan pemasaran digital lewat TikTok dan Instagram membuat industri lele semakin adaptif dengan pola konsumsi modern.
Bahkan beberapa startup akuakultur mulai menawarkan:
-
layanan konsultasi budidaya,
-
penyediaan bibit bersertifikat,
-
hingga kontrak pembelian hasil panen.
Prospek 2026: Industri Lele Diprediksi Tetap Resilien
Pengamat industri memperkirakan bahwa pasar ikan lele akan tetap stabil memasuki tahun 2026. Faktor pendukung utama meliputi:
-
tingginya konsumsi masyarakat,
-
pertumbuhan usaha kuliner,
-
ketersediaan teknologi budidaya hemat biaya,
-
serta meningkatnya minat investor kecil dan menengah.
Namun, tantangan yang perlu diwaspadai adalah:
-
potensi kenaikan harga pakan lanjutan,
-
penyakit akibat perubahan iklim ekstrem,
-
dan fluktuasi harga saat panen raya.
Kesimpulan
Industri ikan lele di Indonesia pada 2025 berada dalam kondisi ekspansif dan semakin modern. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, komoditas ini tetap menjadi andalan sektor perikanan air tawar. Peluang pasar yang luas, inovasi teknologi, dan berkembangnya industri olahan membuat lele tetap menjadi komoditas yang menjanjikan bagi peternak dan pelaku usaha UMKM.
