menu melayang

Selasa, 16 Desember 2025

Sungut Lele: Bukan Sekadar Kumis, Ini Fungsi Rahasianya


Sungut lele merupakan salah satu ciri paling khas yang membedakan ikan lele dari jenis ikan air tawar lainnya. Struktur menyerupai kumis ini bukan sekadar pelengkap fisik, melainkan organ sensorik penting yang berperan besar dalam kemampuan bertahan hidup lele di berbagai kondisi perairan.

Keberadaan sungut menjadikan ikan lele mampu hidup di lingkungan dengan visibilitas rendah, air keruh, bahkan minim cahaya. Inilah alasan mengapa lele dikenal sebagai ikan yang sangat adaptif dan mudah dibudidayakan.


Apa Itu Sungut Lele?

Sungut lele adalah organ berbentuk serabut memanjang yang terletak di sekitar mulut ikan lele. Secara ilmiah, sungut dikenal sebagai barbel, yakni alat peraba dan perasa yang mengandung banyak sel sensorik.

Pada umumnya, ikan lele memiliki empat pasang sungut, yaitu:

  • Sepasang sungut hidung (nasal barbel)

  • Sepasang sungut rahang atas (maxillary barbel)

  • Dua pasang sungut rahang bawah (mandibular barbel)

Setiap sungut memiliki panjang dan ketebalan berbeda, dengan sungut rahang atas biasanya paling panjang.

Iklan

Fungsi Sungut Lele

1. Alat Pendeteksi Makanan

Sungut lele dipenuhi reseptor kimia dan mekanik yang sangat sensitif. Organ ini memungkinkan lele mendeteksi bau, rasa, dan getaran makanan meskipun berada di dasar kolam atau perairan keruh.

2. Navigasi dan Orientasi

Dalam kondisi minim cahaya, sungut berfungsi sebagai alat navigasi untuk mengenali lingkungan sekitar. Lele dapat menghindari rintangan seperti batu, kayu, atau dinding kolam hanya dengan sentuhan sungut.

3. Adaptasi di Air Keruh

Berbeda dengan ikan yang mengandalkan penglihatan, lele mengoptimalkan sungut untuk bertahan hidup di air berlumpur. Hal ini menjadikan lele aktif mencari makan pada malam hari atau di perairan dengan visibilitas rendah.

4. Mendeteksi Ancaman

Getaran kecil di dalam air dapat terdeteksi melalui sungut, membantu lele mengantisipasi predator atau gangguan di sekitarnya.


Sungut Lele dalam Budidaya

Dalam dunia budidaya, kondisi sungut lele sering dijadikan indikator kesehatan ikan. Sungut yang utuh, lentur, dan berwarna cerah menandakan lele dalam kondisi sehat.

Sebaliknya, sungut yang:

  • Pendek atau putus

  • Berwarna pucat

  • Luka atau membusuk

dapat mengindikasikan kualitas air buruk, kepadatan terlalu tinggi, atau adanya kanibalisme antar ikan.


Penyebab Sungut Lele Rusak

Beberapa faktor yang umum menyebabkan kerusakan sungut lele antara lain:

  • Gesekan dinding kolam yang kasar

  • Kualitas air buruk (amonia tinggi)

  • Kepadatan tebar berlebih

  • Stres akibat kurang pakan

  • Luka akibat perkelahian

Kerusakan sungut dapat menurunkan kemampuan lele mencari makan dan berdampak pada pertumbuhan.


Cara Menjaga Sungut Lele Tetap Sehat

Untuk menjaga sungut lele tetap optimal, pembudidaya dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Menjaga kualitas air tetap stabil

  • Menghindari kolam dengan permukaan kasar

  • Memberikan pakan cukup dan teratur

  • Melakukan sortir ukuran secara berkala

  • Mengontrol kepadatan ikan

Perawatan yang baik tidak hanya menjaga sungut, tetapi juga meningkatkan performa pertumbuhan lele secara keseluruhan.


Mitos Seputar Sungut Lele

Di masyarakat, sungut lele sering dikaitkan dengan berbagai mitos, mulai dari penanda umur hingga dianggap memengaruhi rasa daging. Secara ilmiah, sungut tidak berpengaruh terhadap rasa daging lele, namun berperan vital dalam sistem sensoriknya.


Kesimpulan

Sungut lele adalah organ sensorik utama yang memungkinkan ikan lele bertahan dan berkembang di berbagai kondisi perairan. Fungsinya mencakup pendeteksian makanan, navigasi, hingga perlindungan diri dari ancaman.

Memahami peran sungut lele tidak hanya penting bagi pecinta ikan, tetapi juga bagi pembudidaya agar dapat menjaga kesehatan ikan dan memaksimalkan hasil panen.

Iklan

.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Pencarian Artikel

CARI ARTIKEL

Artikel Terbaru

Label

Arsip Blog

ARSIP ARTIKEL