Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam budidaya ikan lele, bisa mencapai lebih dari 60% dari seluruh modal. Karena itu, strategi penghematan pakan sangat penting agar usaha tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan maksimal. Dengan manajemen yang tepat, peternak bisa mengurangi biaya tanpa mengorbankan pertumbuhan atau kesehatan ikan.
Di bawah ini adalah beberapa tips terbukti efektif untuk menghemat pakan ikan lele.
1. Berikan Pakan Sesuai Kebutuhan
Memberikan pakan secara berlebihan hanya akan membuat banyak sisa di dasar kolam dan memperburuk kualitas air. Oleh karena itu, pakan harus disesuaikan dengan umur dan bobot lele agar nutrisi terserap maksimal. Metode feeding rate, yaitu pemberian pakan sesuai persentase bobot tubuh harian, bisa membantu agar pakan tidak terbuang percuma.
2. Gunakan Pakan Alternatif sebagai Pendamping
Penggunaan pakan alternatif seperti maggot, keong mas, atau ampas tahu mampu menekan biaya pakan secara signifikan. Pakan alternatif dapat diberikan sebagai pengganti sebagian pelet, sehingga total konsumsi pelet menjadi lebih rendah. Selain lebih murah, beberapa pakan alternatif memiliki nutrisi cukup tinggi sehingga tetap mendukung pertumbuhan ikan.
3. Terapkan Manajemen Kualitas Air yang Baik
Kondisi air yang buruk membuat nafsu makan lele menurun dan pakan yang diberikan tidak termanfaatkan secara efektif. Dengan menjaga air tetap jernih, beroksigen cukup, dan bebas bau, lele akan lebih aktif makan. Pergantian air secara rutin dan penggunaan aerasi akan membantu ikan tetap sehat dan responsif terhadap pakan.
4. Pilih Pelet Berkualitas dan Sesuai Ukuran
Pelet murah namun berkualitas rendah membuat proses pertumbuhan menjadi lama, sehingga total pakan yang digunakan justru lebih banyak. Penggunaan pelet sesuai ukuran mulut lele juga penting agar pakan mudah dimakan dan tidak banyak terbuang. Pelet yang mengapung cenderung lebih efisien karena memudahkan pengamatan proses makan.
5. Atur Jadwal Pemberian Pakan yang Teratur
Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2–3 kali sehari dengan jadwal tetap agar metabolisme lele stabil. Memberi pakan terlalu sering justru membuat ikan kurang efisien dalam memanfaatkan nutrisi. Dengan jadwal yang teratur, ikan lebih siap makan dan pakan dapat terserap lebih optimal.
6. Lakukan Grading atau Sortir Ukuran Ikan
Ikan lele yang ukurannya tidak seragam akan menimbulkan persaingan makanan yang tinggi di kolam. Lele yang besar akan mendominasi, sehingga yang kecil makan lebih sedikit dan pertumbuhannya terhambat. Dengan melakukan grading berkala, konsumsi pakan akan lebih merata dan lebih efisien.
7. Gunakan Teknik Fermentasi Pakan
Fermentasi bahan seperti dedak, ampas tahu, atau pakan alternatif lain dapat meningkatkan nilai nutrisi sekaligus menurunkan biaya. Proses fermentasi membuat pakan lebih mudah dicerna, sehingga kebutuhan pakan harian bisa berkurang. Selain itu, fermentasi juga dapat memperpanjang masa simpan pakan dan mengurangi bau.
8. Hindari Memberi Pakan Saat Air Keruh atau Habis Diganti
Lele biasanya mengalami stres saat air baru diganti atau ketika air terlalu keruh. Pada kondisi ini, mereka tidak agresif makan sehingga pakan yang diberikan cenderung terbuang. Menunda pemberian pakan 1–2 jam setelah pergantian air membantu ikan kembali normal dan siap makan.
9. Pantau Tingkah Laku Makan Ikan
Observasi langsung saat ikan diberi makan sangat penting untuk menilai apakah pakan yang diberikan sudah pas atau berlebihan. Jika ikan mulai lambat merespon atau banyak pakan mengendap, berarti jumlah sudah melebihi kebutuhan. Dengan pemantauan rutin, peternak dapat melakukan penyesuaian pakan secara cepat dan tepat.
Kesimpulan
Menghemat pakan ikan lele bukan berarti mengurangi kualitas makanan, tetapi mengelola pakan dengan cara yang lebih efisien dan terukur. Dengan teknik yang tepat, biaya pakan dapat ditekan tanpa memengaruhi pertumbuhan ikan. Kombinasi antara pakan berkualitas, alternatif yang murah, dan manajemen kolam yang baik merupakan kunci utama keberhasilan budidaya.
